Detail Cantuman Kembali

XML

fase indian ocean dipole dan kaitannya faktor met-ocean di perairan barat dan selatan sumatera


Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena di Samudera Hindia yang disebabkan karena perbedaan anomali Sea Surface Temperature (SST) antara Pantai Barat Sumatera dengan Pantai Timur Afrika. Perbedaan anomali membentuk fase IOD positif (+) dan IOD negatif (-). Fase IOD dapat diketahui dengan menggunakan Dipole Mode Index (DMI). Identifikasi fase IOD penting dilakukan untuk mengetahui keterkaitan interaksi antara faktor meteorologi dan oseanografi, utamanya pada kondisi angin, curah hujan, SST, dan salinitas. Identifikasi menggunakan metode statistika berupa korelasi Pearson, sedangkan analisis spasial menggunakan Inverse Distance Weight (IDW). Kajian dilakukan di Perairan Barat Sumetera dan Selatan Sumatera. Fase IOD tahun 2015 dan 2010 terjadi 2 kali fase. Fase IOD negatif (-) normal tahun 2015 selama 2 periode yakni Februari-Maret, IOD positif (+) selama 10 periode dan IOD positif lemah terjadi selama 6 periode mulai Juni hingga November. Tahun 2010 kejadian IOD positif selama 10 periode, fase normal 8 periode dan fase lemah selama 2 periode (MaretApril). Konfigurasi tahun 2015 saat IOD negatif normal berkorelasi sangat sempurna terhadap seluruh parameter pada Musim Barat, koefisien seluruh parameter yakni direntang 0,8≤r≤1. Interaksi saat IOD fase positif lemah yakni berkorelasi sangat kuat terhadap curah hujan, berkorelasi baik terhadap kecepatan angin yang meningkat dan cukup baik terhadap penurunan SST selama Musim Timur. Periode tahun 2010 kejadian IOD positif lemah terjadi di Musim Peralihan, sifat hubungan terhadap curah hujan Nias-Padang sangat kuat sedangkan hubungan korelasi terhadap lainya sangat buruk. Fase IOD negatif terjadi selama Musim Peralihan 2, hubungan korelasi terhadap seluruh parameter tidak dapat dijadikan acuan karena hanya terdapat 2 variansi data bulanan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa karakteristik fase IOD tahun 2015 lebih terlihat jelas yang mengakibatkan perubahan faktor met-ocean.
624.17.10 Ana f
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xvi, 92 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...